Pemprov Papua Selatan Dorong Putra-Putri OAP Ikuti Sekolah Kedinasan

Selasa,12 Mei 2026

Merauke - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Selatan mendorong putra-putri orang asli Papua (OAP) mengikuti sekolah kedinasan

Beberapa sekolah kedinasan melakukan sosialisasi dan simulasi Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) menggunakan Computer Assisted Test (CAT) Sekolah Ikatan Dinas di Provinsi Papua Selatan di Aula SMK Negeri 1 Merauke,Selasa (12/5/2026).

Mewakili Gubernur Apolo Safanpo, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Provinsi Papua Selatan,Willem Andrew da Costa mengatakan sosialisasi sekolah kedinasan ini bagi putra-putri orang asli Papua (OAP) di wilayah ini.

Willem berharap mudah-mudahan dengan adanya sosialisasi ini bisa meraih masa depan melalui sekolah kedinasan.

"Kalau kita mau jadi pegawai negeri, ini jalurnya kesana,"kata Willem Andrew da Costa.

Ia mengatakan, para narasumber telah diundang untuk menyampaikan materi terkait sekolah kedinasan tersebut

"Atas nama pimpinan, kami mengapresiasi tinggi kepada para narasumber maupun para guru pendamping dan para siswa yang diundang hadir dalam kegiatan ini,"ujarnya.

Lanjut dia, para narasumber boleh meluangkan waktu untuk hadir dan mengikuti sosialisasi ini.

Menurut dia, sosialisasi sekolah ikatan kedinasan merupakan langkah yang strategis dalam membuka akses informasi luas bagi generasi muda, khususnya di Papua Selatan yang terintegrasi dengan formasi Aparatur Sipil Negara (ASN).

"Jadi, kalau masuk sekolah ini sudah pasti jalurnya jelas. Saya beri contoh karena saya alumni kedinasan juga, saya dari STPDN yang sekarang IPDN tahun 1994,"kata Willem.

Ia mengatakan pemerintah provinsi mendukung penuh kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) orang asli Papua di daerah ini.

"Jangan non orang asli Papua merasa dinomor duakan, sebenarnya tidak,"ujarnya dia.

Lantaran, kata Willem, ada undang- undang otonomi khusus (Otsus), semisal sekolah kedinasan khususnya di IPDN ada jalur nasional dan jalur afirmasi.

"Kalau OAP mengikuti jalur afirmasi, kalau yang non Papua mengikuti jalur nasional,"kata dia.

Willem memotivasi generasi muda agar menjemput penuh peluang emas ini, dan diharapkan kepada putra-putri asli Papua jangan melewatkan kesempatan ini.

"Ibaratnya makanan sudah ada didepan mata tinggal makan saja, jangan lewatkan,"kata dia.

Ia mengatakan, tinggal komitmen dan mentalnya yang disiapkan. Memang diawal pendidikan berat namun selanjutnya tidak.

Willem menyampaikan terima kasih kepada berbagai sekolah ikatan kedinasan yang mau berkenan hadir dan memberi informasi tentang sekolah kedinasan yang dilalui.

"Kita pasti bangga dengan sekolah kedinasan bagi yang mengikuti pendidikan disitu, semangatnya pasti sama,"ujarnya.

Ia memberi spirit/semangat bagi sudara-saudari terutama tentang masa  depannya terkait pendidikan, tapi juga SDM yang berkualitas dan terbaik didaerah ini.

"Jangan ragu bermimpi, jangan ragu bersaing, kami pemerintah akan terus mendampingi saudara-saudari sekalian, kalian adalah masa depan provinsi ini,"katanya.

Semoga dengan adanya sosialisasi ini,tambah dia, dapat bermanfaat bagi saudara-saudari sekalian dalam mengikuti pendidikan di sekolah ikatan kedinasan.

 

Biro Umum Setda Provinsi Papua Selatan

  • Tags:
  • -Transportasi Bus ASN
  • 120 Tahun Masuknya Injil
  • 1447
  • 200 kupon
  • 2025–2029
  • 32
  • 38 Ribu Anak Tidak Sekolah
  • 5 Pilar Strategi Nasional Penurunan Stunting
  • 8 Aksi Konvergensi
  • AMDAL

Share post :