Puluhan Anak Asli Papsel Ikut Seleksi Calon Mahasiswa Poltekes Kemenkes Yogyakarta

Senin,18 Mei 2026

Merauke - Sebanyak 32 anak asli Papua Selatan mengikuti seleksi jalur mandiri calon mahasiswa baru Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan (Poltekes Kemenkes) Yogyakarta, Jawa Tengah

Tiga puluh dua orang yang mengikuti seleksi tersebut berasal dari empat kabupaten dalam cakupan wilayah Papua Selatan yakni Kabupaten Merauke, Boven Digoel, Mappi dan Kabupaten Asmat.

Seleksi jalur mandiri itu dilakukan oleh Direktur Poltekes Kemenkes Yogyakarta beserta jajaran di Sekolah Menengah Pertama (SMP) YPK Merauke, Senin (18/5/2026).

Poltekes Kemenkes Yogyakarta membuka seleksi jalur mandiri bagi putra-putri asli Papua Selatan lantaran pemprov setempat telah menjalin kerjasama dengan Poltekes Kemenkes Yogyakarta.

Seleksi tersebut dikoordinir oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdik) Papua Selatan.

Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo disela-sela sambutan sebelum membuka seleksi mengatakan, pihaknya sudah membangun kerjasama dengan Poltekes Kemenkes Yogyakarta.

Ia menjelaskan, sesuai amanat Undang-Undang (UU) Nomor 12 tahun 2012 tentang pendidikan tinggi, perguruan tinggi di Indonesia menyelenggarakan tiga jenis pendidikan yakni pertama pendidikan akademik.

Lanjut dia, pendidikan akademik lebih pada gelar strata satu (S1), magister (S2) dan doktor (S3), sifatnya akademik, pengembangan keilmuan dan pengetahuan.

Kemudian kedua, pendidikan vokasi yakni pendidikan ketrampilan yaitu program-program diploma, diploma satu, dua dan diploma tiga bahkan diploma empat.

"Ada S1, S2, dan S3 terapan. Pada pagi hari ini anak-anak akan mengikuti program vokasi S1 terapan di Politeknik Kemenkes Yogyakarta," kata dia.

Selanjutnya, ketiga adalah jenis pendidikan profesi, ini juga menyangkut jenis pendidikan profesi, ada perawat, ners, dan bidan.

Apolo mengatakan, pendidikan profesi adalah lisensi untuk seseorang dapat bekerja dalam bidang profesinya. Perbedaannya dengan pendidikan akademik misalnya pendidikan dokter.

"Kalau dia S1 gelar akademiknya itu S.Ked, kalau dia lulus dari akademik, tetapi dia belum punya lisensi untuk bekerja sebagai profesi dokter,"ujarnya.

Menurut dia, untuk bekerja sebagai dokter maka dia harus mengikuti pendidikan profesi sampai mendapat gelar profesi dokter.

Demikian juga dengan perawat, jika ia lulus S1 akademik yakni S.Kep maka harus mengikuti pendidikan profesi ners. Kini, Indonesia sudah mulai mengikuti standar sistem pendidikan nasional.

"Anak-anak akan mengikuti seleksi untuk jurusan keperawatan, program studi anestesiologi, lebih spesifik,"kata dia.

Ia berharap melalui kerjasama antara Pemerintah Provinsi Papua Selatan dengan Politeknik Kemenkes Yogyakarta ini, dapat membantu pemerintah dan masyarakat di Papua Selatan.

Tapi juga dalam menyediakan tenaga anastesi di rumah sakit baik di provinsi, kabupaten maupun di puskesmas, pustu, klinik dan pelayanan kesehatan lainnya, secara  khusus di bidang anestesi.

"Kita di Papua Selatan ini, tenaga anastesi masih sangat kurang,"ujar mantan Rektor Universitas Cenderawasih ini.

Saat ini, kata dia, pemerintah provinsi sedang membangun kerjasama dengan beberapa perguruan tinggi, baik jenis pendidikan akademik, pendidikan vokasi, maupun jenis pendidikan profesi.

"Hari ini, kita menandatangani seleksi kerjasama Pemprov Papua Selatan dengan Poltekes Kemenkes Yogyakarta,"kata dia.

Juni mendatang, menurut dia, pemprov bakal melaksanakan seleksi untuk calon-calon mahasiswa di Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Jawa Tengah.

Selain itu, juga diperguruan tinggi lainnya, dimana waktu seleksinya mengikuti jadwal seleksi diperguruan tinggi masing-masing.

"Saat ini dengan Poltekes Kemenkes Yogyakarta karena waktunya melaksanakan proses seleksi calon mahasiswa baru, dan ini jalur mandiri,"ujarnya.

Pemprov dan masyarakat Papua Selatan mengucapkan terima kasih kepada Direktur Poltekes Kemenkes Yogyakarta beserta jajaran yang telah menggelar seleksi.

Lantaran, kata dia, Direktur beserta jajarannya datang ke Papua Selatan dan bermitra dengan pemprov dalam rangka menyediakan tenaga-tenaga profesional di bidang kesehatan dimasa mendatang.

Untuk itu, ia berpesan kepada para calon mahasiswa diharapkan memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin.

"Kita sama-sama berdoa agar Tuhan Yang Maha Kuasa memberikan yang terbaik untuk anak-anak sekalian,"harap Gubernur Apolo.

Ia menambahkan, sehingga mendapat kesempatan untuk mengenyam pendidikan khusus dibidang anestesiologi di Poltekes Negeri Kemenkes Yogyakarta.

Usai menyampaikan sambutan, Gubernur Apolo Safanpo melakukan penandatanganan dan membuka seleksi calon mahasiswa baru jalur mandiri Poltekes Kemenkes Yogyakarta dengan menabuh tifa.

 

Biro Umum Setda Provinsi Papua Selatan

  • Tags:
  • -Transportasi Bus ASN
  • 120 Tahun Masuknya Injil
  • 1447
  • 200 kupon
  • 2025–2029
  • 32
  • 38 Ribu Anak Tidak Sekolah
  • 5 Pilar Strategi Nasional Penurunan Stunting
  • 8 Aksi Konvergensi
  • AMDAL

Share post :